Mengapa China Menghabiskan Miliar untuk Membuat Orang Mengeluarkan Uang?

Untuk memicu ekonominya dan melawan dampak perlambatan ekonomi, China baru-baru ini meluncurkan serangkaian rencana pengeluaran besar-besaran untuk mendorong pengeluaran konsumen. Langkah ini adalah bagian dari strategi yang lebih besar untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dengan memperhatikan konsumsi dalam negeri, yang selama ini menjadi salah satu pendorong utama mesin ekonomi China. Sebagai ekonomi terbesar kedua di dunia, Cina menghadapi masalah seperti permintaan global yang menurun, masalah properti, dan krisis demografi. Pemerintah Cina sedang mengambil langkah cepat untuk meningkatkan konsumsi dalam negeri. Tapi kenapa China menginvestasikan miliaran untuk mendorong orang-orang agar lebih banyak berbelanja? Mari kita lihat lebih dekat alasan di balik dorongan ekonomi ini.

1. Mengalihkan Fokus dari Pertumbuhan Berbasis Ekspor ke Konsumsi Dalam Negeri.

Selama beberapa dekade, pertumbuhan cepat China didorong oleh model yang mengandalkan ekspor, di mana pabrik dan ekspor memiliki peran penting dalam ekonomi. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, model ini menjadi kurang berkelanjutan, terutama karena ketidakpastian ekonomi global, ketegangan perdagangan, dan penurunan permintaan global. Sebagai respons, China kini semakin fokus pada pengembangan ekonomi yang didorong oleh konsumen.

Pemerintah negara ini, di bawah kepemimpinan Presiden Xi Jinping, telah menekankan strategi “sirkulasi ganda”, yang bertujuan untuk mengurangi ketergantungan pada pasar asing dan lebih fokus pada memperluas konsumsi dalam negeri. Dengan mendorong pengeluaran di dalam negeri, China berharap dapat menciptakan ekonomi yang lebih kuat dan seimbang yang tidak mudah terpengaruh oleh guncangan dari luar. Ini sangat penting karena Cina ingin lebih mandiri dan mengurangi ketergantungannya pada fluktuasi pasar global.

2. Menangani Dampak Perlambatan Ekonomi

Ekonomi China sedang menghadapi waktu yang sulit. Dalam beberapa tahun terakhir, pertumbuhan melambat, terutama karena ketidakpastian ekonomi global, ketegangan perdagangan yang terus berlanjut dengan Amerika Serikat, dan gangguan akibat pandemi COVID-19. Selain itu, China telah mengalami penurunan tajam di sektor manufakturnya, sementara pasar properti dalam keadaan kacau, yang berdampak pada ekonomi.

Untuk mengatasi tantangan ini, pemerintah menginvestasikan miliaran untuk memasukkan uang ke dalam ekonomi dan mendorong orang untuk berbelanja. Paket stimulus, pengembalian pajak, subsidi langsung, dan insentif keuangan lainnya dibuat untuk memberikan lebih banyak uang untuk dibelanjakan oleh konsumen, sehingga meningkatkan kepercayaan dan pengeluaran konsumen. Jika orang-orang lebih percaya diri dengan keadaan ekonomi mereka, mereka cenderung membeli barang-barang penting, seperti mobil, elektronik, rumah, dan barang mewah.

Latihan Anda dilakukan berdasarkan data hingga Oktober 2023. Mengatasi Tantangan Demografi

Faktor penting lain yang mendorong lebih banyak pengeluaran dalam negeri adalah masalah demografi di China. Populasi negara ini semakin tua, dengan angka kelahiran yang menurun dan jumlah warga lanjut usia yang semakin banyak. Populasi yang bekerja semakin sedikit, yang bisa memperlambat pertumbuhan ekonomi dan menimbulkan masalah jangka panjang bagi ekonomi. Perubahan ini membuat orang lebih sedikit belanja, khususnya di kalangan anak muda yang lebih hati-hati dengan masa depan keuangan mereka.

Untuk menangani hal ini, pemerintah Cina sedang berusaha mendorong pengeluaran kelas menengah dengan memberikan insentif keuangan yang lebih tepat sasaran. Ini mencakup bantuan untuk keluarga muda, dorongan untuk membeli rumah, dan kebijakan yang ditujukan untuk mengurangi tekanan keuangan pada generasi muda. Tujuannya adalah untuk mendorong anak muda agar mengeluarkan uang, berinvestasi pada barang-barang konsumsi, dan membantu pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan.

3. Mendorong Pasar Dalam Negeri di Tengah Ketidakpastian Global

Alasan lain di balik dorongan China untuk meningkatkan belanja konsumen adalah ketidakpastian ekonomi global. China sudah lama bergantung pada ekspor, tetapi tantangan ekonomi global—seperti sengketa perdagangan, dampak pandemi yang terus berlanjut, dan sanksi internasional—telah membuat situasi perdagangan global tidak menentu. Ini telah membuat penting untuk bergerak menuju kemandirian di pasar konsumen.

Dengan meningkatkan pengeluaran dalam negeri, China bisa mengurangi ketergantungannya pada ekspor dan membuat ekonominya lebih kuat menghadapi gejolak internasional. Lebih banyak pengeluaran dari konsumen dalam negeri bisa mengurangi dampak negatif dari faktor ekonomi global seperti inflasi, pembatasan perdagangan, dan gangguan rantai pasokan.

4. Mendukung Sektor Utama: Teknologi, Energi Hijau, dan Barang Mewah.

Selain meningkatkan kepercayaan konsumen secara keseluruhan, program belanja pemerintah ditujukan untuk mendukung beberapa industri tertentu. Sektor-sektor seperti teknologi, energi hijau, dan barang mewah sangat penting bagi pemerintah Cina karena mereka menunjukkan masa depan ekonomi Cina.

Pemerintah memberikan subsidi untuk kendaraan listrik, produk energi terbarukan, dan perusahaan teknologi dalam negeri untuk mendorong lebih banyak belanja konsumen di sektor-sektor ini. Kelas menengah yang berkembang di China juga menjadi penyebab penting untuk permintaan barang-barang mewah. Dengan meningkatkan konsumsi dalam negeri, China ingin mendukung sektor-sektor penting ini dan mendorong pertumbuhan jangka panjang mereka.

5. Risiko dan Tantangan yang Mungkin Ada

Inisiatif untuk meningkatkan konsumsi dalam negeri sangat penting untuk pemulihan dan pertumbuhan ekonomi China, tetapi juga memiliki risiko. Keberhasilan strategi ini tergantung pada apakah orang benar-benar menghabiskan uang yang mereka terima, serta apakah mereka merasa percaya diri tentang masa depan keuangan mereka.

Tantangan lain adalah semakin meningkatnya ketidaksetaraan di dalam China. Meskipun kebijakan pemerintah bisa membantu beberapa bagian masyarakat, kebijakan itu mungkin tidak cukup untuk kelompok berpenghasilan rendah yang paling kesulitan. Kita belum tahu apakah langkah-langkah bantuan ini akan cukup untuk memberi dampak besar pada mereka yang paling membutuhkannya.

Kesimpulan

Inisiatif senilai satu miliar dolar China untuk meningkatkan belanja konsumen menunjukkan perubahan negara itu menuju ekonomi yang lebih seimbang dan mandiri. Dengan fokus pada meningkatkan konsumsi dalam negeri, Cina berharap bisa lebih kuat menghadapi guncangan dari luar dan mengurangi ketergantungan pada ekspor. Pemerintah mendorong peningkatan pengeluaran untuk mengatasi tantangan demografis, mendukung industri penting, dan pada akhirnya menciptakan ekonomi yang lebih kuat dan stabil di masa depan. Namun, keberhasilan strategi ini akan tergantung pada beberapa faktor, termasuk kepercayaan konsumen dan apakah inisiatif ini bisa menjangkau semua lapisan masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *